Rabu, 20 Oktober 2010

jakmania ..  by
http://jack.student.umm.ac.id/


Sebelumnya aku tak tahu akan menulis apa dan memberi judul apa artikel ini, namun sejarah telah mengantarkanku ke alam yang lain dari Jakarta, Persija dan The Jak Mania-nya. Dan Tuhan pun memberikan anugerah inspirasi kepadaku tentang sisi lain The Jak Mania. Maka tertulislah Artikel ini berdasarkan apa yang kulihat, kurasakan dan pada akhirnya kutuangkan.
Antara “Priuk Pelebur”, Kontrol Sosial dan The Jak Mania
“Melting Pot” atau Priuk Pelebur adalah sebuah konsep yang dahulu oleh Penjajah Belanda dimaksudkan agar Ibukota Hindia Belanda pasca VOC di Batavia menjadi sebuah Priuk Pelebur dari beragam suku, ras, agama dan budaya, tapi sayangnya oleh para pembesar Hindia Belanda konsep tersebut dilakukan secara menyimpang dengan memberi sekat-sekat wilayah, terutama di Batavia. Hal ini disebabkan adanya strata hukum dalam kehidupan di Batavia secara khusus dan di wilayah lain di jajahan Hindia Belanda pada umumnya, strata tersebut adalah: (1.Belanda, 2. Timur Asing, 3. Pribumi), oleh karena itu sekarang kita sering mendengar ada wilayah yang bernama Kampung Jawa, Kampung Ambon, Pecinaan, dll. Pasca kemerdekaan Indonesia atau di era Orde Lama (1950, pasca KMB) konsep “Melting Pot” mulai disempurnakan yaitu menghilangkan sekat-sekat tersebut dengan cara mencabut strata hukum dalam kehidupan bernegara yang lebih luas terutama Jakarta yang menjadi Ibukota setelah dipindah dari DIY.
Masuk ke dalam era Orde Baru sekat-sekat tersebut timbul kembali pasca 1965, ini membuat warga Jakarta khusunya yang berasal dari ras Asia Timur khususnya Tiongkok teralienasi di kotanya sendiri, Jakarta. Tak ayal banyak warga Jakarta yang terkotak-kotak selain karena faktor khidupan geselscaf-nya juga karena sekat-sekat yang dibangun di Era Orde Lama bahkan terkadang berbau agama dan suku. Pasca Runtuhnya Orde baru (1998) sekat-sekat tersebut dihapuskan oleh Presiden Indonesia ke-4, K.H. Abdurahman Wahid. Salah satu contohnya adalah memberikan warga Tiongkok yang sudah menjadi WNI kepada hak-hak mereka kembali dalam berkehidupan sosial, berbudaya, beragama dan bernegara yang dirampas oleh Orde Baru serta menghapuskan diskriminasi di hadapan hukum. Melting Pot-pun hidup kembali namun masih ada yang salah ketika Warga D.K.I Jakarta kembali kepada kehidupan geselscaf-nya yaitu walaupun sudah melebur tetapi tidak ada saling kepedulian antara sesama, hal ini jelas bisa membawa kepada keadaan sebelumnya.
Untunglah di antara serpihan-serpihan keterasingan warga Jakarta terhadap lingkungan sosialnya, ternyata masih ada organisasi yang mengingatkan warga Jakarta agar bisa melebur kembali munuju kebersamaan, apa nama organisasi itu?, orgnaisasi itu bernama The Jak Mania. Walaupun berbasis kepada kecintaan terhadap klub Persija Jakarta namun pada setiap pertandingan, The Jak Mania selalu mengingatkan warga Ibukota negara pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk belajar melebur seperti keluarga meskipun dalam lingkup yang kecil yaitu sepakbola. Karena itulah pada setiap pertandingan sering kita dengar choirs yang disuarakan oleh para The Jak Mania: “Tinggalkan Ras. Tinggalkan Suku. Satu tekad dukung Persija…dst”. Walupun choirs itu sederhana namun mempunyai arti yang dalam kepada warga Jakarta yang Pluralis yaitu jangan sekalipun memandang ras, suku dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara meskipun dalam lingkup yang cukup sederhana, sepak bola. Bahkan dengan jejaringnya The Jak Mania berhasil menyatukan masyarakat lainnya yang berbeda latar belakang dan daerah ke dalam sebuah oragniasasi yang tidak peduli terhadap perbedaan suku, ras, agama, bahkan bangsa. Di sinilah seolah-olah ruh dewa yang bernama melting pot seolah-olah turun ke bumi Indonesia tercinta.
Sebagai sebuah organisasi yang berbasis kepada kecintaan terhadap sepakbola Ibukota, The Jak mania juga sering menyalurkan aspirasi Warga Jakarta yang kerap terbentur dengan penyair-penyair salon yang mengatasnamakan warga Jakarta, salah satu contohnya adalah ketika warisan cagar budaya Lapangan Menteng dirombak menjadi Taman Menteng (yang sekarang bahkan ditambahi patung anak kecil). Ketika itu para sejarahwan terang-terangan protes terhadap Gubernur yang berkuasa, sayangnya usah tersebut “ditangkis” oleh sang Gubernur.
Warga Jakarta yang geram ketika itu hanya melihat miris namun tetap protes (meskipun dalam obrolan warung kopi), saat itulah The Jak Mania tanpa embel-embel partai dan kepentingan penguasa berani berkoar memprotes tindakan sang Gubernur yang sebenarnya juga dicintainya itu di Lapangan Menteng. Saat itu jugalah banyak LSM, yang mulai berani ikut memprotes tindakan sang Gubernur D.K.I Jakarta terhadap tindakan merombak Lapangan Menteng. Di sinilah tampak walupun The Jak Mania berbasis kecintaan teradap Persija ternyata juga bisa melakukan kontrol sosial terhadap perkembangan Ibukota Jakarta bahkan bisa memotivasi civil society lainnya untuk melakukan kontrol sosial walaupun ketika itu yang dikontrol sosial tersebut adalah sosok yang di cintai oleh The Jak Mania, Sutiyoso. Sepengetahuan saya inilah kontrol sosial pertama di Indonesia yang pernah dilakukan oleh supporter sepakbola terhadap Warisan Cagar Budaya dan itu dilakukan oleh The Jak Mania.
Pada akhirnya antara “priuk pelebur”, Kontrol sosial dan The Jak Mania terjalin hubungan yang sinergis dan mempunyai satu tujuan yaitu menghilangakan perbedaan dari berbagai latar belakang dan melakukan kontrol sosial untuk kehidupan berwarga, berbangsa dan bernegara yang lebih baik seperti anak sungai yang datang dari segala macam penjuru namun tetap mempunyai satu tujuan yaitu ke laut.

Senin, 18 Oktober 2010

DILEMA PA KONTESTAN



Sedari tadi kerjaan saya hanya buka file , tutup file, buka file, tutup file ..
bingun mau ngerjain apa ..
kerjaan udah beres .. mau pulang tapiii .. mbak produser duduk di belakang saya * gak enaklah masa bawahan ngacirr duluannnn ...

Itung - itung mau nulis2 di blog tapi bingung apa yang mau di tulis .. kayaknya sudah mati gaya untuk hari ini ..
karena sedari tadiiii ..
 karena suasana dikantor ya bayang2an kisruh antar satu dan yang lain sudah mulai terlihat walaupun masih tahap serangan gerilya diam - diam .. saya jadi bingung dan jadi pusing harus ikut bendera yang mana !

sampai akhirnya saya sendirian di dalam kantor ini .. berdua dehh sama 1 kru indonesian got talent .. sepi sunyi senyap dan akhirnya di mulai juga haha huhu haha huhu ..
tadinya saya diam , rasanya berat untuk membuka pembicaraan .. tapiii akhirnya tercipta juga ! bahhhh...
teman saya asisten produser kontestan dari IGT ini sibuk menelepon kontestan yang 1 dan yang lainnya gak terkira jumlahnya ... dalam hati saya coba bilang " aduhhhh emang gak pusing kepalanya "

tapi teman saya ini masih tetap semangat dengan telepon di tangannya .. yang saya dengar2 ternyata dia menyampaikan konsep untuk kolaborasi kontestan2 IGT untuk episode minggu ini ,, kontestan2 tersebut diminta untuk menyiapkan konsepnya masing - masing ..

saya dengar ..
kadang saya tertawa ..
saya yakin banyak pertanyaan - pertanyaan dari kontestan - kontestan itu kepadanya
saya rasa .. dia sudah hapal betul apa pertanyaannya dari para kontestan tersebut .. maka ia selalu ngejelasin dengan SIGAP .. GRAAKKK ! HAHAHAHA.. saya pikir semangat juga yaaa diaaaa .. hebat ! saya yang ngatur jadwal talent untuk shooting VT 13 orang aja pusing sampe melamun2 segala hahahaha ...

hingga akhirnya tutup telepon pada kontestan yang ke 21 ..

tiba - tiba dia teriakk " HAHHHHHHH.......MELELEH KUPING GW .. HUUUHHH AKHIRNYAAA !!!!

sekejab saya menoleh ke belakang ... " hihihi wah ternyata dia nyerah juga " hahahahaha

dia ngomong lagi >> "INI MASIH MENDING .. DULU WAKTU AUDISI BISA 150 ORANG YANG GW TLP DALAM 1 HARI "

saya hanya mengelus dada.. dan ia berlalu pergi dengan rokoknya hahahahahahah

Jumat, 15 Oktober 2010

lingkaran konsep

daftar kru
lingkaran konsep

dua pasangan yang sampai hari ini mengalir dalam otak dan nafas pada dada kami ..
seolah - olah mengejar waktu untuk meminta kepastian akan sebuah karya ..

dan ia rupanya enggan untuk menunggu ..
dalam detik ..
setiap jam ..
dan hitungan hari ..

Apakah yang terbaik akan selalu baik ? atau yang sangat buruk mampu merubah diri menjadi baik ?

hanya 1 ..

SEMANGAT ..
semoga sampai jumpaaaaa di AKHIR yang memuaskan

dan kita tetap bergandengan tangan ...



                                                     Rheza Pradana
                                                         Produser


        
                                                                    Siti Nurfitriah

                                                                       Sutradara






                                                           Novita Dewi Dhamayantie

                                                                  Penulis Skenario




                                                                    Defri Kamseno

                                                                       Penata Suara




T-U-N-G-G-U  KARYA  K-A-M-I....




bersambung .....

ohhh SHIITTT guys !!!!

ohhh .. SHIIITTTTTT !!

siang itu dengan santai .. sambil duduk di ruang keluarga saya memencet2 tombol remote tv .. trans tv yang saya tuju , acara beralih ke john pantau dengan episode " sang anggota dewan yang terhormat " .. si john cukup bisa membuat acara itu hidup dan gerak gerik nya mampu mengikat penonton menurut saya .. segmen di mulai dengan mobil menteri seharga 1,3 milyar .. sungguh menakjubkan dan sang dewan bilang " harusnya mobil saya selevel SBY " hahahaha ( saya tertawa dalam hati , ini manusia tidak bersyukur ) bapak dewan yang terhormat ini bilang " saya ketua DPD , harusnya saya jangan di samakan dengan menteri .. ini mobil kan mobil selevel menteri ! saya harusnya sejajar dengan SBY ! ( ya ampunnn bapak .. mungkin anda tidak pernah memikirkan nasib rakyat yang anda elu2kan untuk membela aspirasinya sewaktu anda kampanye .. ya janji tinggal janji .. janji palsu !dasar tepuuuu..aauuuuu..auuuuuu )

segmen berikutnya beralih ke bang gayus ( PDI-P ) dan si poltak raja minyak dr medan politisi asal demokrat yang terkenal penuh kontroversi .. menurut saya tidak ada masalah .. john hanya bertanya kenapa bisa ribut dan mengeluarkan kalimat yang tidak sopan di pansus sepenting pansus century ,, banyak alasan yang keluar dan di akhiri dengan saling berpelukan layaknya teletubbies antara bang gayus dan si poltak itu .

segmen berikutnya setelah di selingi oleh commercial break .. jujur, saya menunggu segmen berikutnya .. karena saya sudah dapat menebak pasti akan ada ending yang tidak pernah saya duga tentang dongeng para anggota dewan ini ..

sampai akhirnya , john bertanya pada seorang anggota dewan yang berasal dr profesi artis .. yaitu "inggrid kansil ".. jhon dengan gaya usilnya bertanya .. APA ITU HAK ANGKET MBAK ??? inggrid dengan tampak malu - malu , sambil menggaruk2 kepala .. tertawa .. " APA YA ? APA YA ? dengan komat kamit mulutnya si mbak kayak mbah dukun  dan dia berdiri mengambil kamus yang pasti ia percaya dapat menjawab pertanyaan john .. saya sungguh tertawa melihat lelucon sang anggota dewan pada siang itu .. bagaimana mungkin ia tak mengerti apa itu hak angket ??? lalu inggrid berdiri , mencari - cari sekretaris dewan .. dan bertanya apa itu hak angket kepada sang sekretaris hahahahaha sungguh ironis ! dan YANG PALING MENYEDIHKAN .. ketika john memberikan pertanyaan ke 2 .. " mbak, apa sih bunyi sila ke 5 pancasila ? " dengan tampang blo'on sang dewan tertawa dan menyebutnya bahwa sila ke 5 pancasila itu adalah " KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP " hahahaa saya hanya termenung .. dengan muka yang tanpa dosan .. ibu dewan yang terhormat tak pernah mengerti jati dirinya sendiri .. tak pernah mau mengetahui dimana tempat ia berdiri dan berpijak hari ini .. sungguh .. sungguhh .. sunngguhhhhhhhhhh amat menyedihkan ! john beralih ke penjual bakso , dan bertanya " BANG SILA KE 5 PANCASILA APA BANG ? " dengan penuh percaya diri .. si penjual bakso menjawab " KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA " .. kalo ada reality show tukar nasib .. antara inggrid kansil sang anggota dewan .. dan penjual bakso keliling itu .. saya yakin , abang tukang bakso lebih becus mengurusi negara ini daripada dia yang tak mengerti apa pun yg harusnya ia pahami .. hahahahahahaha sungguh itu komedi murahan !!!!!! jangan terus mendongeng .. ingat negara ini butuh pemimpin yang mengerti karena kemampuanya bukan yang sok mengerti karena uang nya !! 2 JEMPOL UNTUK ABANG BAKSO YANG DENGAN SETIA MASIH MENCINTAI NEGARA INI DAN SELALU MEMATRI 5 ISI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARANYA DI DALAM HATINYA !!!!!!!!!!!!

RIRI ..

DIA HADIAH TERINDAH YANG KU MILIKI



" ayoo cepatlah berangkat ke sekolah, jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi , kamu tidak ingin terlambat ke sekolah bukan ??" tak henti - hentinya aku mengingatkan riri untuk segera berangkat sekolah , karena aku hapal sekali kelakuan anak itu , bila terlambat sekolah dia pasti akan menangis , maka karena ku tak ingin kejadian itu terjadi , maka ku panggil - panggil dia untuk segera meninggalkan rumah mungil keluarga ini .

" riri .. ayo .. jangan terus menonton tv !" tak lama kemudian suara deru motor berhenti tepat di depan teras rumah ku .. oh baguslah , kataku dalam hati , ternyata tukang ojek bulanan riri sudah datang ..secepatnya riri menarik tas nya yang kuletakkan di atas meja , dan menghampiriku lalu mencium tanganku .. ku pandangi cara dia menaiki motor dan tak lama ia melambaikan tangan " dag..dagggg " suaranya mengagetkan lamunanku .. kulihat motor itu hilang dari hadapku .. ya motor tukang ojek yang setiap paginya mengantarkan riri pergi menuju sebuah tempat yang kaya akan ilmu dan tempat yang selalu mengajarkan dia untuk bertingkah seperti manusia yang berpendidikan ..

riri adik kecilku .. mungkin dia hadiah terindah dalam hidupku, gadis kecil berusia 8 tahun dengan kulit yang sangat hitam eksotik dan rambut gimbalnya .. kita memang berbeda tetapi aku yakin tuhan memilih perbedaan itu untuk suatu ikatan batin yaitu kasih sayang ..

aku bangga menjadi bagian kecil dalam hidupnya .. designer seantero negri ini pun hapal betul dengan anak kecilku yang bernama RIRI .. karena keunikannya tak jarang ia dengan anggunya memeragakan baju rancangan designer terkenal negeri ini . aku ingat dan tak mungkin aku lupa , pada saat dia berjalan di atas lantai catwalk pertama kalinya .. seluruh ruangan di wisma nusantara hotel nikko jakarta bersorak sorai takjub akan penampilannya , tak jarang orang yang tanpa segan - segan berdiri dengan memberi tepuk tangan tanda hormat kepadanya .. hatiku bergetar .. "terimakasih tuhan , kau berikan suatu yang amat sangat bernilai untuk dia .. "

aku tahu .. mungkin tidak akan lama lagi .. kau akan mengerti akan hidupmu .. walaupun ku tau .. kau tak akan pernah mengerti hidup ini .. tapi berbahagialah .. kami akan selalu menyayangimu dengan seluruh tenaga yang kami punya ..

cepatlah besar riri .. karena aku yakin masa depanmu amat sangat bercahaya ..
karena 1 hal yang kau harus tahu .. KAMU adalah rencana terindah pencipta untuk kami ...

HALTE..

HALTE

sore itu langit jakarta mendung dan selalu murung .. aku langkahkan kaki ku menuju suatu tempat yang selalu aku catat dalam ingatanku .. itu adalah tempat perpisahan setiap manusia menurutlu . ya .. halte bus .. disana orang dapat datang dan pergi menuju dan dituju .. suatu tempat berpisah dari kehidupan 1 ke kehidupan menuju tempat yang baru .

aku selalu memperhatikan orang dan keadaan di sekitarku .. dengan penuh keseriusan dan kehati-hatian , kali ini datang seorang bapak dan istrinya yang sibuk membenahkan kain gendongan anaknya yang dengan penuh kasih ia gendong dengan manisnya. keduanya bercucuran keringat dan sang ibu merangsek duduk di sebelahku . ku tetap diam, sesekali kulempar senyuman ke arahnya, tapi ia tetap acuh tak acuh . ku intip bayi manis yang ada di gendongannya .. ya ampun , aku sudah dapat simpulkan bahwa bayi itu sedang sakit dan pasti habis dari rumah sakit terdekat di sekitar halte . sang bapak dengan perut gendutnya berdiri , sambil menghisap rokok dji sam soe nya dalam - dalam seolah olah ia ingin katakan bahwa rokok itu adalah satu - satunya penghibur hatinya . sesekali sang istri memanggil suaminya , dan menunjukkan bahwa bus yang mereka tunggu akan tiba dan sudah terlihat dari kejauhan .. tapi suami nya hanya diam dan sinis . sampai pada bis tujuan mereka yang kedua .. mereka pun pergi dengan muka di tekuk . aku hanya diam, dan memperhatikan mereka hingga mereka hilang dari pandangan mataku .

kali ini sekelompok pengamen jalanan datang dan duduk 2 bangku dari tempat dudukku .. mereka tampak sibuk menghitung keping - keping koin hasil kerja keras mereka ya kerjasama dalam bekerja pikirku .. sesekali mereka tertawa lepas dan menceritakan kejadian - kejadian yang baru saja mereka alami pada waktu mengamen . . " cukup buat beli nasi di warteg " salah satu dari mereka berkata , dan lantas mereka semua tertawa dengan kompaknya . lagi - lagi aku hanya tersenyum .. dan mereka pergi meninggalkan halte .

sampai yang ketiga, karyawan kantor dengan dasi dan kemeja yang menunjukkan kewibawaannya bahwa mereka kaum intelek dan berpendidikan duduk di sebelahku .. sambil memutar - mutar jam tangan merk Adidas dan menjinjing tas hitam bertuliskan Toshiba ia menoleh ke kanan dan kekiri , mencari - cari dan aku tebak pasti dia sedang menanti kedatangan bus yang akan mengantarkan ia ke tempat tujuan berikutnya . dan akhirnya ia pergi ...

dan yang terakhir ku temui adalah seorang waria tanpa make up dengan pakaian yang amat mini .. aku takut sebenarnya , tapi ku coba kuatkan diriku .. dan besarkan hatiku .. aku takut menyinggung perasaanya kalau - kalau aku pergi dari hadapannya . tak ku sangka ia menegurku .. aku hanya tersenyum dan tanpa banyak bicara " Aku menunggu patas 16 " jawabku .. mbak mau kemana ? ku tanya balik kepada dia " ggak kok, gw suka aja duduk di halte " ... aku terheran - heran mendengar jawabanya . " ohh pasti rumah mbak dekat sini ya ? ... sambil aku menerka - nerka .. " gak juga, lumayan jauh kok say .. ( dengan gaya bicara yang sangat feminim ) . . ya gw suka aja ngliat kedatangan dan kepergian orang di halte " .. aku terdiam .. " lalu kenapa mbak ?" tapi dia diam , dan aku bingung harus apalagi yang kan kutanya .. sampai akhirnya bus yang ku tunggu tiba .. aku berdiri lalu berjalan pelan menuju bus ku,,,, si waria dengan berteriak kepadaku berkata " lo enak yaa bisa pergi ke tujuan berikutnya .. ehh say .. lo harus tahu .. halte itu tempat dimana dan awal dari kehidupan kita lho .. taukan makna nya ?"

dengan menoleh kepadanya ku tersenyum manis ..

KULI-AH ITU MAHAL ...

SAYA sudah menyelesaikan tahap demi tahap dalam kuliah saya .. " saya ingin segera S.Sn " itu yang memotivasi saya untuk terus disini . tapi sepertinya perjalanan saya harus melalui sedikit kerikil tajam , yaaa.. saya harus membayar ongkos kuliah dalam waktu yang sangat sempit .. ya tuhannn .. duit dari mana ?? otak saya lalu berfikir , baik .. mungkin dengan cara meminta penundaan waktu .. tapi masya allah saya di tolak mentah - mentah .. padahal hanya cara itu yang bisa membuat saya sedikit bernaps lega ..

"Kuliah disini emang mahal, harusnya orang tua kamu sudah siap duit !! kalo semua mahasiswa nyicil , gmn perkuliahan mau jalan ?". saya hanya diam .. diam dan diam ..

" mana ada kuliah yang GRATIS ?". .. kali ini saya berontak .. hati saya berontak , saya coba menguasai diri saya .. ya allah .. " saya tahu kuliah ini mahal, saya PASTI BAYAR , saya bukan minta GRATIS pada kampus , saya hanya minta penundaan waktu sedikit .. hampir nangis saya di ruangan itu ".

8 jam saya kehujanan di jalan , berlari masuk ke dalam kampus dengan baju basah kuyup tapi ini yang saya dapatkan ?? " sabar .. untuk menjadi orang besar , memang tidak akan pernah mudah "

dengan senyum , dengan rambut lepek basah kuyup .. saya tersenyum, tidak mampu berkata - kata dan saya hanya bilang " baik, terimakasih untuk nasihat anda .. "